MEDAN, BENTENGTIMES.com – Politisi senior Partai Golkar Ir Leo Nababan bersama Punguan Borsak Mangatasi Nababan Kota Medan memberangkatkan pasangan calon Gubernur Sumatera Utara-Wakil Gubernur Sumatera Utara H Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.
“Saya terlahir dari marga Nababan, dan dari zaman Oppung kami dahulu marga Nababan sudah marpadan atau punya janji suci dengan marga Sitorus Pane. Apabila ada 2 boru (anak perempuan) kesusahan, yakni Nababan atau Sitorus Pane, maka saya wajib terlebih dulu menolong boru Sitorus Pane, dan Sihar juga akan melakukan hal yang demikian terhadap boru Nababan, atau juga yang biasa disebut ‘Sisada anak dan sisada boru’,“ ujar Ir Leo Nababan yang dikonfirmasi Sabtu (17/3/2018).
Acara pemberangkatan pasangan calon Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dilaksanakan di posko pemenangan rumah milik Ir Leo Nababan dengan pemberian ulos, upa-upa dan doa pemberangkatan di Jalan AR Hakim Gang Pendidikan, Kecamatan Medai Denai.
“Makanya secara pribadi saya mendukung Djarot-Sihar, karena di dalamnya ada adik kami Sihar Sitorus Pane,” ujar Leo Nababan.
(BACA: Pujakesuma Se-Sumut Siap Menangkan DJOSS dengan Terhormat dan Bermartabat)
Di kegiatan tersebut, turut hadir Himler Nababan (Ketua Borsak magatasi Nababan Kota Medan), Dr Abiran Nababan selaku penasehat dan sejumlah pengurus lainnya.
Selain marga Nababan, warga Etnis Jawa, Padang, Melayu, Karo, yang berada di sekitar Jalan AR Hakim, Gang Pendidikan, juga turut hadir.
Djarot-Sihar tiba di jalan AR Hakim Gang Pendidikan pukul 12.00 wib dan disambut alunan musik khas etnis Batak serta tarian Tortor.
Masyarakat yang sudah lama menunggu, ketika melihat Djarot-Sihar turun dari mobil, langsung menjumpai dan menyalami mereka. Suasana pun menjadi riuh saat itu.
Leo Nababan juga mengaku tetap sebagai Politisi Partai Golkar dengan tidak membawanya dalam dukungan.
Leo yakin bahwa Djarot-Sihar mampu memperbaiki Sumut yang 25 tahun lalu terbaik Nomor 3 di Indonesia, namun sekarang melorot jauh ke urutan 27 dari 34 provinsi.
Apalagi, mengingat pengalaman Djarot yang 2 periode menjadi Walikota Blitar, Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Ahok dan menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Leo juga menyatakan bahwa masyarakat Sumut terdiri dari multi etnis dan agama, tetapi sangat harmonis dalam kerukunan.
“Sehingga kepemimpinan Djarot-Sihar yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila pantas memimpin Sumut,” ujar Leo Nababan.
Sementara, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan terima kasih kepada marga Nababan yang mendukungnya. Djarot berharap dukungan bukan saja datang dari marga Nababan, tetapi juga marga lain serta seluruh etnis dan agama yang ada di Sumut.
Djarot berharap dipilih masyarakat secara riil dan nurani, karena tulus ingin membaktikan diri untuk masyarakat Sumut.
“Sudah saatnya masyarakat Sumut mendarmabaktikan diri untuk Sumut bangkit kembali. Saya harus mengayomi semua suku yang ada di Sumut, termasuk suku Batak yang sangat peduli kepada anak-anaknya sampai berhasil di pendidikan,” tambahnya.
Sementara, Sihar Sitorus menyatakan optimis menang karena masyarakat bisa bersatu. Pihaknya berjanji akan mengangkat rangking sumut mendekati rangking 2 Indonesia.
“Djarot-Sihar adalah sahabat semua suku dan agama. Mari kita bergandengan tangan dalam membangun Sumut yang lebih maju. Kita yakin, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumut,” ujarnya