KARO, BENTENGTIMES.com– Air adalah sumber kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap tetesan air bersih dapat dipakai untuk mencuci baju, mandi sampai dengan memasak.
Dan sekarang, di masa pandemi Covid-19 ini, kebutuhan terhadap air bersih sudah lebih dari itu.
Sebagai bagian penting dalam pengendalian risiko penyebaran virus, termasuk Covid-19, maka penggunaan air bersih semakin meningkat di tengah-tengah masyarakat, antara lain tersedianya air untuk mencuci tangan dan aktivitas sanitasi lainnya.
Namun di balik kenaikan kebutuhan air, ketersediaan air bersih di Desa Selandi Baru, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, sudah tergolong langka hingga kritis. Untuk mendapat air bersih, warga harus merogoh kocek sebesar Rp40 ribu per tangki.
Baca: Hasil Komunikasi Efektif Bupati Karo dan Bob Andika, Krisis Air Bersih Bakal Teratasi
Baca: Gerakan Karo Erdilo, Roy Ginting: Peduli Tidak Harus Jadi Pejabat
Salah seorang warga Selandi Baru, P br Purba mengungkapkan, keluh kesahnya. Selain pandemi Covid-19 dan dampak erupsi Gunung Sinabung, mereka juga mengalami krisis air.
“Apa-apa mahal (kebutuhan hidup pokok), hasil tani minim, air bersih kami harus beli,” ungkap P br Purba.
“Bu Bupati Karo, Nande, tolong kami,” timpal Dina Br Surbakti.
Lusiana Sembiring, Relawan Karo Erdilo, yang mendengar langsung keluh kesah warga Selandi Baru itu ikut bersedih. Matanya sampai berkaca-kaca.
“Mendengar itu, kita ikut sedih,” kata Lusiana Sembiring, Relawan Karo Erdilo, kepada BENTENG TIMES, Kamis (3/6/2021).
Menurut Lusiana, kondisi serupa juga dialami warga Desa Payung. Dia mengungkapkan, rata-rata warga membutuhkan dua tangki air setiap minggu.
“Mereka harus beli air bersih, karena air gunung yang di desa-desa itu, keruh,” kata Lusiana.
Lusiana berharap, Pemkab Karo hadir, memberikan solusi terhadap persoalan sosial di tengah-tengah masyarakat.
Baca: Pipa Bocor hingga Krisis Air Bersih di Karo
Baca: Karo Erdilo dan Karo Ermediate Tutup Donasi Untuk Gihon Purba Penderita Hidrosefalus
Harapan yang sama disampaikan Tekang Rumah Suah ini, kepada para wakil rakyat di parlemen, baik pusat maupun daerah, agar memperhatikan warga Selandi Baru dan Payung yang saat ini mengalami krisis air.
“Jangan lah pula pas mau pemilihan, rajin turun. Begitu duduk (terpilih), lupa sama yang di bawah-bawah ini,” kritik Lusiana.
Relawan Gerakan Karo Erdilo lainnya, Erianto Peranginangin berusaha meyakinkan warga dan berjanji akan melakukan pendampingan untuk menyampaikan aspirasi soal krisis air ke Pemkab Karo.
Baca: Terima Kasih! Sumber Mata Air Lau Bengab dari Siosar Sudah Mengalir dan Bersih
Baca: Relawan Karo Erdilo dan Anak Bangsa Mencari-cari Lansia, Ternyata Mau Lakukan Ini…
“Kita akan mencoba mencari solusi dan mendampingi mereka ke Pemkab Karo. Semoga nanti ada perubahan,” kata Erianto Peranginangin, yang juga Ketua Yayasan Anak Bangsa ini.