Aksi Brutal Preman di Danau Lau Kawar, Wisatawan Dikeroyok, Pelaku Teriak Bakar
- BENTENGTIMES.com - Sabtu, 15 Mei 2021 - 21:07 WIB
- dibaca 29.037 kali

KARO, BENTENGTIMES.com– Suasana batin keluarga besar Ade Chandra ST saat ini masih dalam keadaan trauma. Terutama anak-anak dan keponakan Ade Chandra sangat tertekan setelah menyaksikan langsung ketika Ade Chandra dan mertuanya dikeroyok oleh sekelompok preman di objek wisata Danau Lau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.
Informasi dihimpun BENTENG TIMES, aksi brutal preman itu berawal ketika Ade Chandra bersama keluarganya hendak mengisi libur Lebaran dengan mengunjungi Danau Lau Kawar, pada Kamis (13/5/2021). Saat itu, rombongan Ade Chandra berjumlah dua mobil.
Mereka merupakan wisatawan lokal. Ade Chandra sendiri berdomisili di Jalan Masjid, Kelurahan Tambak Lau Mulgap, Berastagi. Berkunjung ke Danau Lau Kawar, sengaja mereka lakukan mengingat imbauan pemerintah dilarang mudik.
Nah, siang sekira pukul 12.00 WIB, mereka pun tiba di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran. Namun, laju kendaraan mereka dihentikan oleh sejumlah pemuda di Pos Restribusi Danau Lau Kawar.
Oleh sejumlah pemuda itu, keluarga Ade Chandra diminta membayar uang retribusi sebesar Rp35 ribu. Namun, Ade Chandra enggan membayar retribusi, sebaliknya dia meminta agar para pemuda itu dapat menunjukkan karcis (tiket resmi, red).
Baca: Keluh Kesah Pedagang Pajak Berastagi, dari Janji Muluk Pemkab Karo Hingga Pungli
Baca: Mencekam! Antar Napi Bentrok di Rutan Kabanjahe, Batu Beterbangan, Gedung Dibakar
Rupanya, sikap warga Berastagi ini membuat para pemuda itu tersinggung. Dengan nada marah, para pemuda itu kemudian menyuruh rombongan Ade Chandra agar segera putar balik jika tidak bersedia membayar sejumlah uang.
“Siapa pun yang mau masuk ke kawasan Danau Lau Kawar, harus bayar uang sama kami,” kata Ade Chandra, menirukan ungkapan sejumlah pemuda itu.