Menguji Politik ‘Playing The Victim’ ala Dinasti Cikeas
- BENTENGTIMES.com - Rabu, 19 Des 2018 - 14:24 WIB
- dibaca 241 kali

Sejarah Politik Playing Victim ala SBY
2004, SBY sukses mainkan drama politik melankolis: jadi korban dan di-dzolimi. Meski kemudian publik bertanya, kalau SBY yang jadi korban, mengapa SBY yang paling getol pengen ketemu Mega?
Bukankah harusnya Mega yang ingin ketemu SBY? Tanpa disadari itulah bahasa batin SBY: Perasaan bersalah.
Harus diingat bahwa pemilu 2019 adalah pertaruhan SBY dan keluarga. Elektoral demokrat turun terus.
Baca: Dinamika Mahfud MD Jauh Lebih Beradab Daripada Politik Mahar
Baca: PDIP: Politik SARA Tidak Laku di Malaysia, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan
Ini bahaya! Bagaimana SBY akan mencalonkan sang pangeran AHY di 2024, jika Demokrat tidak lolos treshold? Ini kiamat politik.
Tahun 2009, SBY pakai jurus lebih kompleks. SBY curhat jadi sasaran tembak teroris. Playing victim lagi. Kedok yang kemudian terbuka, karena SBY lah yang beri angin bagi kelompok intoleran dan radikal.